Jumat, 10 Januari 2014

Soteriologi (Doktrin Keselamatan)

Teori penebusan Kristus

Oleh John Liem pada 25 Maret 2013 pukul 18:12
Mengapa Yesus Kristus harus mati di kayu salib? Beginilah penjelasan2 salah yang ada:
1. Teori ransom
Teori ini menyatakan manusia berdosa disandera oleh Iblis. Kematian Kristus di salib adalah untuk membayar tebusan kepada Iblis supaya manusia dilepaskan. Kesalahan dari teori ini: Iblis hanyalah suatu ciptaan yang tidak punya kuasa apa2 di hadapan Kristus. Untuk apa Yesus Kristus memberi muka kepada ciptaanNya sendiri?
2. Teori komersial
Teori ini menyatakan sewaktu manusia berdosa, sesungguhnya kehormatan Allah terluka. Dosa adalah sebuah penghinaan kepada Allah. Dan Allah tidak akan bisa memberikan pengampunan kepada manusia selama kehormatanNya tercoreng. Maka kematian Yesus adalah demi mengembalikan kehormatan Allah supaya manusia bisa diampuni. Problem dari teori ini: teori ini tidak menyebut apa2 tentang keadilan Allah. Padahal keadilan Allah lah yang menyebabkan Yesus Kristus tidak bisa tidak mati.
3. Teori pengaruh moral
Teori ini yang paling populer. Teori menyatakan Allah tidak memerlukan pengorbanan Yesus di kayu salib untuk mengampuni dosa manusia. Allah tentu saja bisa mengampuni tanpa lewat salib Kristus. Tetapinya pengorbanan Kristus di salib itu dilakukan untuk mempengaruhi kekerasan mati manusia. Jadi teori ini bertujuan untuk mempengaruhi hati (moral) manusia agar datang kepada Kristus. Problem:
Teori ini hanya melihat pengorbanan Kristus dari perspektif manusia tanpa menyinggung perspektif Allah yaitu keadilanNya.
4. Teori pecontohan
Yesus Kristus yang mati di salib adalah contoh seorang manusia yang mulia. Manusia yang taat taurat,
setia tugas bahkan sampai mati di salib. Inilah teladan Yesus Kristus yang harus ditiru semua manusia.
Problem: Teori ini tidak mengajarkan apa2 tentang keselamatan manusia di dalam Kristus. Kristus
tidak mati bagi siapa pun, Kristus hanya mati sebagai contoh yang harus ditiru manusia.
5. Teori mistikal
Teori ini menyatakan natur Kristus sebagai manusia adalah berdosa. Tetapi sebagai Allah, Kristus mampu menjaga dirinya dari keberdosaan kemanusiaannya itu. Nah sewaktu Kristus mati, Dia mematikan secara total natur dosa itu. Dia menyatukan kembali natur kemanusiaan yang bebas dosa dengan Tuhan Allah. Problem: Sekali lagi teori ini tidak menyinggung apa2 perihal keadilan Allah.
Sumber: Martyn Lloyd Jones "God The Father God The Son" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar