Jumat, 22 Februari 2013

A thousand times I've failed 
Still Your mercy remains 
And should I stumble again 
I'm caught in Your grace 
Everlasting, Your light will shine when all else fades 
Never ending Your glory goes beyond all fame 

In my heart and my soul 
Lord I give You control 
Consume me from the inside out, 
Lord, let justice and praise 
Become my embrace 
To love you from the inside out. 

Your will above all else 
My purpose remains 
The art of losing myself 
In bringing You praise 
Everlasting 
Your light will shine when all else fades 
Never ending 
Your glory goes beyond all fame 

In my heart and my soul 
Lord I give You control 
Consume me from the inside out, 
Lord, let justice and praise 
Become my embrace 
To love You from the inside out. 

Everlasting 
Your light will shine when all else fades 
Never ending 
Your glory goes beyond all fame 
And the cry of my heart 
Is to bring You praise 
From the inside out 
Lord my soul cries out 

In my heart and my soul 
Lord I give you control 
Consume me from the inside out, 
Lord, let justice and praise 
Become my embrace 
To love You from the inside out. 

Everlasting 
Your light will shine when all else fades 
Never ending 
Your glory goes beyond all fame 
And the cry of my heart 
Is to bring You praise 
From the inside out 
Lord my soul cries out. 

Everlasting Your light will shine when all else fades 
Never ending Your glory goes beyond all fame 
And the cry of my heart 
Is to bring You praise 
From the inside out 
Lord my soul cries out


Senin, 04 Februari 2013

Ketekunan Mengalahkan Kepandaian


Kesuksesan berada di tangan orang yang pandai. Bila ada pepatah yang mengatakan demikian, maka tidaklah sepenuhnya benar. Ada sebuah kisah di mana ada dua orang yang sangat berbeda jalan kehidupannya. Si Pandai dan si Tekun. Si Pandai selalu menjadi juara di sekolah, namun si Tekun tidak terlalu pandai namun dia selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik.
Saat mereka sudah lulus sekolah, si Pandai mempunyai prinsip bahwa “kesuksesan akan datang sendiri kepadaku karena aku pandai.” Sudah bertahun-tahun dia diam di rumah, namun kepandaian yang dia miliki tidaklah berguna. Ia tidak berubah menjadi lebih baik, melainkan masih tetap sama seperti bertahun-tahun sebelumnya.
Berbeda halnya dengan si Tekun. Ia tidak pandai, melainkan dia sangat tekun dan rajin dalam melakukan segala sesuatu. Dia tekun mempelajari hal-hal yang dirasa sangat sulit baginya. Dia selalu mencoba untuk memperbaiki apa yang masih dirasa kurang dalam pekerjaannya setiap harinya. Beberapa tahun kemudian si tekun ini menjadi orang yang sangat sukses.
Hendaknya kita menjadi orang yang tekun di dalam Tuhan. Saat kita tekun di hadapan Tuhan, maka kita juga akan tekun terhadap apa yang kita kerjakan di dunia. Tekun bersaat teduh, tekun memberi perpuluhan, tekun melakukan firman, tekun melayani dan masih banyak ketekunan yang lainnya.
Saat kita melakukan ketekunan, maka itu sama halnya kita sedang berlatih tentang kesabaran. Saat kita tekun dan sabar, maka kita akan mau menerima segala kekurangan dan akan memperbaikinya esok hari. Jadikan setiap kekurangan kita sebagai anak tangga yang akan kita pijak untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Yakobus 1:4



Kesuksesan berada di tangan orang yang pandai. Bila ada pepatah yang mengatakan demikian, maka tidaklah sepenuhnya benar. Ada sebuah kisah di mana ada dua orang yang sangat berbeda jalan kehidupannya. Si Pandai dan si Tekun. Si Pandai selalu menjadi juara di sekolah, namun si Tekun tidak terlalu pandai namun dia selalu mengerjakan segala sesuatu dengan baik.
Saat mereka sudah lulus sekolah, si Pandai mempunyai prinsip bahwa “kesuksesan akan datang sendiri kepadaku karena aku pandai.” Sudah bertahun-tahun dia diam di rumah, namun kepandaian yang dia miliki tidaklah berguna. Ia tidak berubah menjadi lebih baik, melainkan masih tetap sama seperti bertahun-tahun sebelumnya.
Berbeda halnya dengan si Tekun. Ia tidak pandai, melainkan dia sangat tekun dan rajin dalam melakukan segala sesuatu. Dia tekun mempelajari hal-hal yang dirasa sangat sulit baginya. Dia selalu mencoba untuk memperbaiki apa yang masih dirasa kurang dalam pekerjaannya setiap harinya. Beberapa tahun kemudian si tekun ini menjadi orang yang sangat sukses.
Hendaknya kita menjadi orang yang tekun di dalam Tuhan. Saat kita tekun di hadapan Tuhan, maka kita juga akan tekun terhadap apa yang kita kerjakan di dunia. Tekun bersaat teduh, tekun memberi perpuluhan, tekun melakukan firman, tekun melayani dan masih banyak ketekunan yang lainnya.
Saat kita melakukan ketekunan, maka itu sama halnya kita sedang berlatih tentang kesabaran. Saat kita tekun dan sabar, maka kita akan mau menerima segala kekurangan dan akan memperbaikinya esok hari. Jadikan setiap kekurangan kita sebagai anak tangga yang akan kita pijak untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Yakobus 1:4

                                 APAKAH KISSING ADALAH DOSA???

Mungkin ini adalah pertanyaan besar yang kerap kali timbul di dalam benak setiap kaula muda di dunia ini, terutuma para remaja yang sedang dalam masa pubertas yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai sex secara spesifik.
Bagi segenap remaja Kristen tentunya setiap apapun yang kita lakukan tidak boleh lepas dari tuntunan Firman Tuhan yang merupakan buku penuntun paling lengkap di dunia ini. Firman Tuhan memiliki esensi yang sangat dalam dan menyeluruh bagi hidup kita. Sehingga tidak ada alasan terutama bagi orang Kristen untuk berkata saya tidak tahu itu adalah dosa karena saya tidak pernah membacanya di Alkitab, Tentunya ini adalah pernyataan yang mengada-ada sebab seluruh kebutuhan kita terangkum dalam Firman Allah yang sempurna. Jikalau kita dengan Taat dan tekun belajar tentunya kita akan menemukan kekayaan Alkitab yang luar biasa.
Sebelum sampai kepada kesimpulan mengenai APAKAH KISSING ADALAH DOSA atau tidak, maka kita perlu melihat perspektif umum terutama anak muda mengenai KISSING. Dalam Majalah Kharisma yang pada salah satu edisinya mengangkat tentang kehidupan sex bagi kaum muda, kita dapat memperoleh satu data yang mencengangkan bahwa untuk Jakarta saja ada sekitar 98% pelajar yang sudah pernah melakukan KISSING dengan pacar mereka. Alasan yang mereka kemukakan sangat variatif dan tentu saja sangat subyektif, sebagai contoh ada yang mengatakan bahwa mereka melakukannya sebatas iseng, agar dianggap tidak ketinggalan zaman, dan yang paling mencengangkan adalah yang mengaku KISSING sebagai gaya hidup dan ketagihan olenya. Inilah Ironi dan fakta yang sangat aneh di tengah bangsa yang sangat anti dengan hal-hal seperti itu dan tampaknya yang ada di tengah kaula muda banga kita adalah fenomena gunung es.
Sekarang mari kita melihat rujukan Alkitab mengenai hal ini. Di dalam Matius 5:27-28 Yesus berfirman “kamu telah mendengar Firman : Jangan Berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. Sepintas memang tampaknya nats ini tidak ada berbicara mengenai KISSING, namun secara inplisit sebenarnya Nats ini sangat memberi arahan bahwa KISSING JUGA TERMASUK KEDALAM PERZINAHAN. Mari kita analisa dengan seksama  Nats ini yang mengatakan bahwa sebelum Yesus datang dan mengajar ada satu konsep dalam benak orang Yahudi bahwa perzinahan hanyalah suatu perbuatan seksual yang melibatkan organ vital pada dua individu sejenis dan berlainan jenis baik itu Interclose, sodomi dan beberapa deskripsi yang tercantum dalam Taurat Musa. Namun Yesus memberi satu pemahaman baru bahwa memandang seseorang dan “Mengingininya” secara negatif atau memliki pikiran zinah didalam pikiran dan hati saja pun sudah dapat digolongkan pada DOSA zinah.
Saya rasa kita sekalian pun dapat menyimpulkan apakah KISSING pra-nikah termasuk benar atau tidak dari nats yang telah kita baca tadi. Tentu saja dosa!!! alasannya tak lain karena KISSING tentunya melibatkan unsur BIRAHI SEXUAL yang ada di dalam diri orang yang melakukannya. Jikalau memikirkan hal negatif saja sudah tergolong dosa, apalagi KISSING yang melibatkan birahi yang dalam dan melibatkan kontak fisik yang dapat mengundang hal lain yang lebih BERBAHAYA.
Selain dari sudut pandang Firman, dalam salah satu artikelnya situs VIVAnews.com memberikan suatu informasi yang mencengangkan seputar KISSING. Ternyata saat seorang pria daan wanita melakukan KISSING, maka akan terjadi perpindahan beberapa materi lewat kegiatan tersebut seperti liur, bakteri dan yang  baru-baru ini ditemukan ternyata ada substansi GEN yang ada dalam liur pria dan diberikan kepada wanita. Mungkin kita tidak merasa aneh, namun perlu kita tahu bahwa ada 2 peristiwa dimana pria memberikan materi genetik kepada wanita, yaitu saat pria dan wanita berhubungan sex melalui alat vital dimanya materi geneti berupa gen diberikan lewat sperma yang tedapat pada cairan mani pria dan yang kedua pada kegiatan KISSING yang baru saja dikemukakan barusan dimana gen dari pria diberikan kepada pasangannya lewat air liurnya.
Ini adalah ironi yang sangat mengerikan dimana begitu banyak remaja yang menganggap hal tersebut biasa dan malah menjadi rutinitas dalam menjalin hubungan. Jadi yang harus kita lakukan hanya satu, katakan TIDAK!!! Pada Kissing.
Tuhan Memberkati…..
Julius Lubis