Jumat, 10 Januari 2014

Soteriologi (Doktrin Keselamatan)

Pembenaran oleh iman yang pasif

Oleh John Liem pada 14 Oktober 2013 pukul 9:09
"Pembenaran (justifikasi) oleh iman", apakah maksudnya? Anda harus mengerti hal ini secara benar. "Pembenaran (justifikasi) oleh iman" ini tidak berarti bahwa iman adalah dasar dari pembenaran anda di hadapan Allah. Nah lo, apakah maksudnya? Nah saya berikan ilustrasi berikut.

Misalnya anda sudah janjian dengan seorang teman untuk pergi ke pesta jam 7 malam. Karena anda tidak tahu lokasi pesta itu, maka teman anda berjanji akan menjemput anda jam 6 sore nanti. Dan untuk hal ini, yang bisa anda lakukan adalah meyakini bahwa teman anda akan memegang ucapannya. Nah sekarang pertanyaan saya: apakah yang akan membuat anda sampai di tempat pesta itu? Apakah keyakinan anda kepada teman anda bahwa dia akan menjemput anda? Ataukah teman anda yang benar2 datang menjemput anda? Tentu anda sudah tahu jawabannya, keyakinan anda akan janji teman anda tidak akan membuat anda tiba di pesta. Keyakinan hanyalah sebuah keyakinan. Dia tidak berkuasa apa2. Teman anda yang benar2 datang menjemput, itulah yang akan membuat anda sampai di pesta!

Begitu juga dengan konsep "pembenaran oleh iman". Iman anda kepada Kristus bukanlah dasar bahwa anda akan diterima oleh Allah! Kristus yang telah hidup benar dan telah mati buat anda, hal inilah yang menjadi dasar pembenaran anda di hadapan Allah. Dengan kata lain, iman anda hanyalah sebuah alat atau sarana yang menjadikan anda diterima oleh Allah. Iman anda tidak punya kuasa apa apa. Sedangkan apa yang telah dperbuat Kristus, hal itulah yang menjadi dasar bahwa anda dibenarkan oleh Allah.

Nah sekarang, apakah iman dalam di dalam konsep pembenaran ini adalah iman yang positif atau negatif? Nah kita kembali ke ilustrasi pesta lagi. Misalnya teman anda tidak bisa dikontak oleh anda. Apakah yang anda dapat lakukan untuk memastikan teman anda datang menjemput? Jawabannya: tentu saja tidak ada apa pun yang bisa anda lakukan untuk membuat teman anda datang menjemput. Anda bisa membersihkan ruman, mengerjakan tugas, menonton TV, dsb sembari menunggu teman anda menjemput. Tetapi hal itu semua tidak bisa membuat dia datang menjemput! Dengan kata lain, anda hanya bisa pasrah yaitu menerima secara PASIF bahwa teman anda memegang janjinya untuk menjemput. Nah hal seperti itulah yang terjadi pada saat kita mendapat pembenaran. Iman kita adalah iman yang PASIF dalam arti kita hanya bisa menerima saja bahwa Kristus sudah melakukan segalanya untuk kita. Kita tidak bisa berbuat (baik) yang apa pun untuk membuat kita dibenarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar