Benarkah Gereja Katolik adalah penghasil alkitab?
Oleh John Liem pada 6 Juli 2013 pukul 17:04
Apakah alkitab dibuat oleh Gereja Katolik? Atau dengan kata lain, benarkah Gereja Katolik adalah penghasil alkitab? Inilah ajaran yang dipropagandakan oleh orang katolik di mana saja mereka berada. Nah artikel ini memberikan point2 penting yang MERUNTUHKAN klaim di atas:
1. Silakan anda tanya kepada orang katolik tersebut, apakah maksud dari klaim mereka "Gereja Katolik adalah penghasil alkitab". Apakah mereka bermaksud "Gereja Katolik adalah PENCIPTA alkitab"? Tentu saja mereka tidak akan berani mengklaim "Gereja Katolik adalah PENCIPTA alkitab"! Mereka tentunya tahu bahwa Perjanjian Lama sudah ditulis oleh kaum Yahudi jauh sebelum keberadaan Gereja. Sehingga bila mereka berani mengklaim "Gereja Katolik adalah PENCIPTA alkitab", ini adalah sama lucunya dengan mengatakan "Batik adalah kepunyaan Malaysia" atau "Rendang dihasilkan oleh Malaysia". Jelas, sama2 omong kosong yang tidak lucu!
2. Nah, bila orang katolik tidak akan senekad itu mengatakan "Gereja Katolik adalah Pencipta alkitab", mereka akan mengatakan "Gereja Katoliklah sang pengkanonisasi alkitab". Maksudnya, Gereja Katoliklah yang menentukan buku2 mana yang masuk ke dalam alkitab sehingga kita bisa memiliki alkitab seperti yang sekarang ini. Mereka mengklaim Gereja katoliklah yang mengkanonisasi alkitab lewat konsili2 yang mereka bentuk. Mereka mengklaim Gereja Katoliklah yang melakukan verifikasi atas buku2, pasal2 dan ayat2 mana yang harus masuk dan harus ditolak dari kanon alkitab. Dengan kata lain, Gereja Katolik penentu tulisan2 penulis alkitab yang manakah yang asli dan yang diinspirasi Roh Kudus dan yang manakah yang palsu dan bahkan menyesatkan. Nah ada beberapa poin penting yang akan membantah klaim kosong ini.
2.1 Apakah sebuah tulisan (misalnya dari Rasul Paulus) memerlukan pengakuan dari sebuah organisasi seperti Gereja Katolik untuk mendapatkan keabsahan? Jelas tidak! Pengakuan maupun penolakan atas tulisan Paulus tidak akan mengubah fakta bahwa Roh Kudus memang memberikan inpirasi kepada Paulus untuk menulis. Dan Paulus sendiri tidak pernah memerlukan pengakuan dari orang kristen maupun organisasi gereja manapun untuk membuktikan keberadaan "inspirasi Roh Kudus" ini!
2.2 Taruhlah GK memang mengkompilasi alkitab lewat konsili2 yang mereka bentuk untuk mengkanonisasikan alkitab. Nah silakan anda tanya ke mereka kapankah proses kanonisasi ini diselesaikan secara tuntas? Orang katolik pun akan menyebutkan 3 konsili penting mereka yaitu konsili Hippo (393), konsili Carthage (397) dan konsili Trent (1546). Nah berikut ini adalah bantahan atas klaim2 orang katolik tentang konsili2 di atas:
2.2.1 Konsili Hippo (393) dan Konsili Carthage (397) hanyalah sebuah konsili lokal yang tidak mempunyai bobot global. Dengan kata lain, kedua konsili ini bukanlah konsili ekumenikal yang mengatas namakan semua gereja di dunia sehingga tentunya kedua konsili ini tidak bisa menentukan buku2 yang mana yang masuk ke dalam kanonisasi dan harus diterima oleh semua gereja Kristus di dunia. Hanya pada konsili Trent (1546), barulah Gereja Katolik dengan memakai klaim infalibilitasnya menyatakan penyelesaikan proses pengkanonisasian! Sayangnya, walaupun konsili Trent itu berbobot global, dia hanya berlaku untuk orang katolik saja! Kaum Orthodox maupun Protestan sendiri tidak pernah mengakui otoritas dari konsili Tren. Dengan kata lain, klaim Gereja Katolik sebagai pengkanonisasi alkitab lewat Konsili Trent JELAS HANYA berlaku bagi orang katolik sendiri dan tidak punya efek apa pun terhadap orang non-katolik!
2.2.2 Problem lainnya adalah berikut. Tahukah anda, 3 konsili itu saling berkontradiksi satu dengan yang lainnya dalam proses pengkanonisasian. Contohnya adalah buku 1 Esdras yang dikanonisasi di Konsili Hippo dan Carthage. Konsili Trent mengeluarkan pasal ini di kanonisasi mereka yang baru. Jikalau orang katolik mengakui hasil dari Konsili Hippo dan Carthage sebagai bagian dari Gereja Katolik, lalu mengapa mereka merubahnya di Konsili Trent? Mengapa Konsili Trent yang benar dalam hal ini kalau ketiga2nya diklaim sebagai konsili milik Gereja Katolik?
Nah poin2 di atas sudah MERUNTUHKAN klaim "Gereja Katolik sebagai pengkanonisasi alkitab". Tanpa keberadaan Konsili2 yang diklaim sebagai milik katolik itu pun, para pengikut2 Kristus sudah mengenal dan mengakui otoritas dari si penulis alkitab yang diinspirasikan oleh Roh Kudus!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar