Jumat, 10 Januari 2014

Apakah Cessationism itu?

Oleh John Liem pada 11 Desember 2013 pukul 20:19
(Sumber: Tom Pennington - Strange Fire Conference)

Cessationism tidak berarti Tuhan tidak lagi melakukan mujizat. Cessationism juga tidak berarti Roh Kudus tidak mampu (jikalau Dia mau) untuk memberikan karunia mujizat kepada seseorang. Pada dasarnya Cessationism menyatakan Roh Kudus tidak lagi memberikan kepada individu kristen, karunia2 mujizat seperti yang tertulis di alkitab khususnya di zaman para rasul. Cessationism mengajarkan karunia2 mujizat yang dilakukan di zaman awal2 gereja itu lenyap dengan wafatnya para rasul.

Apakah yang menjadi basis dari ajaran Cessationism itu?
1. Jikalau kita teliti sejarah, hanya ada 3 periode di mana Tuhan melakukan mujizat2 dengan intensitas yang begitu besar melalui orang2 yang memang Dia pilih khusus untuk hal itu. Periode pertama adalah zaman Musa dan Yoshua (65 tahun). Periode kedua adalah zaman Elia dan Elisha (65 tahun). Dan yang terakhir adalah zaman Yesus dan para rasul (70 tahun). Mengapakah hanya terjadi di tiga periode ini? Hal ini berhubungan dengan tujuan dari mujizat2 itu sendiri yaitu mengkonfirmasikan kredibilitas manusia2 yang Dia pilih untuk menjadi
corong suaraNya. Untuk membuktikan bahwa ucapan dari orang itu adalah ucapan Tuhan langsung, maka Tuhan
membuktikannya dengan mujizat2 yg dilakukan oleh orang itu. Tentunya anda ingat kisah Musa yang bertanya kepada Tuhan "jikalau bangsa Israel bertanya apakah buktinya Engkau yang mengirim aku?". Tuhan menyatakan akan membuktikannya melalui perbuatan2 ajaib yang Musa akan lakukan. Hal yang sama terjadi pada Elia yang berkata (konfrontasi dengan nabi Baal) "tunjukanlah kepada bangsa ini bahwa Engkaulah yang menyuruh aku".
Dan buktinya memang Tuhan melakukan mujizat2 besar melalui Elia. Sesungguhnya prinsip inilah yang terjadi di perjanjian baru. Mujizat Yesus dan para rasul adalah bukti mereka adalah corong suara Tuhan pada zaman itu.      
2. Cessationism berhubungan langsung dengan fungsi para rasul. Posisi ini tidak akan
pernah diulangi lagi karena mereka diangkat langsung untuk menjadi pondasi gereja. Karena mereka adalalh satu2nya manusia yang memiliki fungsi kerasulan dan ini dibuktikan dengan karunia mujizat yang mereka lakukan, maka seiring dengan lenyapnya para rasul maka karunia melakukan mujizat ini akan lenyap dengan sendirinya.

3. Kesaksian gereja membuktikan bahwa karunia2 mujizat semakin menurun secara intensitasnya seiring dengan waktu. John Chrysostom dan Agustinus (sekitar 400 AD) menyatakan karunia2 mujizat lenyap dengan meninggalnya para rasul.

4. Tulisan2 dari para rasul dan orang2 yang menyertai mereka yang membentuk alkitab kita sudah selesai. Karena alkitab sudah mencukupi kehidupan kita dalam hal iman, pengajaran dan perbuatan, maka secara otomatis tidak lagi diperlukan karunia mujizat sebagai pembuktiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar